Jambu air dalhari - KABUPATEN Sleman selama ini identik dengan salak pondohnya yang memiliki cita rasa manis dan tidak sepet. Salak tersebut banyak ditemui di Kecamatan T uri dan sudah ada sejak tahun 1940-an. Sehingga tidak heran jika kita sedang berada di Sleman bagian utara banyak dijumpai pohon salak yang dibudidayakan masyarakat setempat.
Jambu Air Dalhari
Namun, kini Sleman tidak hanya memiliki salak pondok sebagai buah unggulannya. Jambu air dalhari sekarang sedang dipromosikan sebagai salah satu buah unggulan Sleman. Jambu tersebut dapat ditemui di Dusun Krasan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah.
Ketika KR mendatangi lokasi tersebut awal pekan lalu, di hampir semua pekarangan rumah warga terdapat pohon
jambu. Kebetulan sedang banyak yang berbuah, jadi pemandangan di sekitar lokasi sangat menarik perhatian. Apalagi di tengah teriknya sinar matahari, memetik langsung dari pohon dan dicicipi saat itu juga ternyata mampu
menghilangkan rasa dahaga.
Jika telah ditetapkan sebagai salah satu buah unggulan,tentu jambu air dalhari memiliki keunggulan yang membedakan dengan jambu air biasanya. Ukurannya yang jumbo ternyata diimbangi dengan daging buahnya yang lebih tebal. Soal rasa, dijamin lebih manis. "Keunggulan lain, jambu ini sangat jarang ada bijinya. Kalaupun ada, ukurannya sangat kecil," kata Sihono (63), Ketua Kelompok Tani ‘Rukun’, yangmengembangkan jambu ini.
Sihono mengungkapkan, kini di Dusun Krasan terdapat lebih dari seribu pohon Jambu air dalhari. Dalam satu pohon mampu menghasilkan sekitar tiga kuintal jambu untuk semua kelas. jambu air dalhari dibagi dalam beberapa kelas super harganya bisa mencapai Rp 15.000 /kg. Kelas A Rp 12.000/kg, Kelas B Rp 10.000/kg dan kelas C Rp 8.000/kg. Tanpa Pestisida Apa yang membedakan kelas dari jambu air dal hari ini? Bisa dilihat dari proses dari bunga hingga menjadi buah. Sehingga di hampir setiap buah dibungkus menggunakan plastik putih atau dibrongsong.
"Tujuannya agar terhindar dari lalat buah supaya aman dari hama. Sehingga kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya. Baik Sihono maupun warga lain yang mengembangkan jambu air dalhari sadar betul untuk menjaga kualitas. Pohon yang sudah ada yang sudah berbunga dilarang disemprot pestisida, meski ditemukan hama. Itu dilakukan agar buahnya tidak beracun. ”Nanti begitu bunganya habis baru disem prot pestisida. Jadi kami jamin kualitas buah tetap terjaga,” jelas Sihono.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan rasa jambu air dalhari bisa datang langsungke lokasi budidaya. Sebab meski di pinggir-pinggir jalan banyak yang menjual jambu ini, Sihono tidak berani menjamin kualitas dan rasanya. Masyarakat juga bisa membeli jambu ini dibeberapa swalayan atau supermarket besar di sejumlah kota di Indonesia. Jadi, penasaran dengan jambu air dalhari.
SKH Kedaulatan Rakyat Edisi 26 September 2013.